IGMA NTB Gelar Survei Cepat Pelaksanaan AKG,AKK dan AKP Madrasah Lingkup Kemenag NTB Tahun 2020 -->

Sosial Media

IGMA NTB Gelar Survei Cepat Pelaksanaan AKG,AKK dan AKP Madrasah Lingkup Kemenag NTB Tahun 2020

11/23/2020, Monday, November 23, 2020
Gambar: Hasil Survey Cepat Tim Litbang IGMA NTB


Mataram- Ikatan Guru Madarasah (IGMA) Provinsi NTB melalui tim Penelitian dan Pengembangan organisasi melakukan survei cepat terhadap pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Asesmen Kompetensi Kepala (AKK) dan Asesmen Kompetensi Pengawas (AKP) Madrasah di NTB, yang dilakukan secara nasional beberapa hari yang lalu. 


Ketua Devisi Litbang IGMA NTB Dr.Siti Rahmi, M.Pd mengatakan, sejumlah guru, kepala dan pengawas madrasah di NTB telah melaksanakan kegiatan asesmen sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan.


"secara umum telah berjalan dengan baik. Namun, banyak hal yang menjadi catatan terhadap pelaksanaan asesmen tahun ini, untuk kemudian pada tahun berikutnya dapat berjalan secara lebih baik lagi, ujarnya di Mataram, Senin, 23/11.


Dalam Survey tersebut, dari sebanyak 1.370 responden, komposisinya terdiri dari 71% peserta guru, 26,6 % peserta kepala, 2,4% peserta pengawas. 


Tim Litbang IGMA NTB mensurvey sebanyak 5 Variabel Terkait Pelaksanaan asesmen tersebut yakni, apakah keterlaksanaan asesmen susuai pedoman tekhnis, kesesuain materi asesmen dengan jabatan, konstruksi dan rumusan soal, opsi jawaban dan kaitannya dengan kendala tekhnis yang dihadapi selama pelaksanaan.


Berdasarkan hasilnya, dari 5 Variabel tersebut, terhadap keterlaksanaan sesuai pedoman tekhnis, 92,9 % responden menjawab pelaksanan asesmen sesuai pedoman tekhnis, 6,4 % menyatakan kurang sesuai pedoman tekhnis dan 0,7% memberikan jawaban tidak sesuai pedoman tekhnis. 


Pada variabel kesesuain materi dan jabatan orang yang diasesmen (asesi), 92,2 responden menyatakan sesuai, 7,3 menyatakan kurang sesuai dan 0,6 responden menyatakan tidak sesuai. 


Pada variabel kontruksi soal, 81,7% responden menyatakan sesuai dengan kaidah dan content, 17,6 % menyatakan kurang sesuai dan 0,5 % menyatakan tidak sesuai. 


Pada variabel tekhnis yang meliputi jaringan, server dan sistem 77% respondnen menyatakan tidak ada masalah tekhnis tetapi 23% responden menyatakan terjadi masalah tekhnis.  


"Artinya pada beberapa aspek perlu menjadi catatan dan perbaikan dikemudian hari. Responden juga banyak yang memberikan masukan dan catatan tentang kualitas soal, seperti salah ketik, angka dan gambar yang tidak jelas, soal diulang-ulang dan beberapa rumusan soal yang dianggap tidak jelas atau ambigu" terangnya


Sementara, Ketua IGMA NTB Dr.Lalu Sirajul Hadi,M.Pd mengatakan, berdasarkan Hasil survey Cepat Tim Litbang IGMA NTB, untuk pelaksaan asesmen yang serupa pada tahun-tahun yang akan datang, Kementerian Agama NTB selaku Pelaksana Assesmen harus lebih baik dari tahun ini dari segi persiapan.


"Jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik dari sebuah proses asesmen maka instrumen atau alat digunakan harus baik, validitas dan reliabilitasnya. Tidak boleh ada rumusan soal yang tidak jelas, soal yang ambigu, soal memiliki frase ganda, tidak ada konteksnya dengan muatan dan tujuan asesmen, salah ketik dan soal yang diulang-ulang, ke depan ini tidak boleh terjadi ungkapnya. 


Namun, disisi lain, terlepas dari Hasil Survey, IGMA NTB mengapresiasi kinerja tim dari Kemenag NTB dan kabupaten kota yang telah sukses melaksanakan kegiatan asesmen tersebut.


"Apresiasi yang luar biasa juga kepada guru-guru madrasah di NTB yang sangat semangat dan antusias mengikuti kegiatan asesmen ini, semoga ada manfaat dan tindak lanjutnya bagi pengembangan kualitas guru, kepala dan pengawas madrasah di NTB, ungkapnya


Sebagaiama diketahui, tujuan dari dilaksanakannya asesmen bagi Guru, Kepala dan Pengawas adalah 


(1) untuk memperoleh informasi tentang gambaran kompetensi guru pada dimensi pedagogik dan profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, 


2) diperolehnya peta kompetensi Guru, Kepala dan Pengawas sebagai bahan pembinaan dan pengembangan berkelanjutan dan 


(3) sebagai acuan kepada berbagai pihak terkait penyususnan kebijakan pengembangan profesi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah.(red)

TerPopuler