Breaking News

6/recent/ticker-posts

Panglima Barisan Hizbullah NW minta Retail Modern tidak lagi Jual Produk yang berasal dari Prancis

 

Foto: panglima Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan, TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti


Mataram- pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang telah menghina ummat Islam selama sepekan ini terus mendapat kecaman dari berbagai Pihak.


Setelah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan menyerukan pernyataan Pemboikotan dengan tidak membeli Produk asal Perancis, kini Panglima Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan mengajak Ummat Islam bersatu Padu untuk meminta Retail Modern tidak lagi menjual produk-produk dari Negeri Kota Mode tersebut.


"Mari kita secara bersama-sama meminta secara tegas kepada Retail Modern untuk tidak menjual Produk-produk yang berasal dari Prancis" Kata Panglima Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan, TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti, MA, Senin, 2/10 di Mataram.


Menurutnya, tindakan tersebut sebagai bentuk reaksi Protes juga Kecaman terhadap beberapa penyataan Emmanuel Macron yang menyulut kemarahan Ummat Islam seluruh Dunia.


"Ini sebagai bentuk Protes kita sebagai Ummat, karena pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Macron itu telah melukai Ummat Islam Sedunia, juga telah mencederai Kodarat Hidup Berkehidupan kita yang penuh dengan keberagaman" ungkapnya


Selain itu, jelasnya, jika pernyataan Macron tersebut tidak menuai protes yang lebih, dikhawatirkan bisa menimbulkan pernyataan-pernyataan yang sama dari pihak lainnya yang tidak menyukai Islam.


"Andaikata kita tidak ada protes secara berlebihan, tentu pihak-pihak lain yang tendensi terhadap Islam bisa seenaknya mengeluarkan Pernyataan yang sama, Stigma seperti ini harus dihentikan, karena secara keyakinan dan kenyataan, Ummat Islam menjalankan Islam sebagai Agama Rahmatan lilalamin" jelasnya.


Lebih Lanjut, Tuan Guru Gede Sakti (Sapaannya) mengatakan, Problematika seperti ini harus ditindak dan tidak bisa dibiarkan Kembali terjadi.


"Agama itu prinsip, yang lainnya bisa saja dibiarkan, Namun ketika bicara Prinsip, Yang Haq tetap Haq yang Bathil tetaplah Bathil, dan Kita Harus nyatakan Bahwa pernyataan-pernyataan Macron itu sungguh kita tidak bisa benarkan dengan dalih Apapun" Tutupnya 




Post a Comment

0 Comments