Breaking News

6/recent/ticker-posts

Penusukan Syaikh Ali Jaber mendapat kecaman dari PBNW

Foto: Ketum PBNW, Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede M. Zainuddin atsani

Mataram- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, mengecam tindakan penusukan terhadap Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber saat mengisi cerama di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Barat, Bandar Lampung, pada Minggu 13 September 2020 lalu .

Menurut Ketua Umum PBNW, penusukan Syekh Ali Jaber adalah tindakan kriminal dan harus segera diusut tuntas motif dari kasus tersebut.

"Ini benar-benar perbuatan biadab dan kriminal nyata. Tidak boleh dibiarkan dan pemerintah harus hadir dalam menjamin keamanan warganya,” katanya di kediamannya, Selasa 15/09

Syaikhuna, (panggilan akrab Ketum PBNW) , mengaku sangat perihatin atas apa yang menimpa Syekh Ali Jaber yang mendapat perlakukan yang tidak sepantasnya, padahal beliau tengah mengisi acara keagamaan. Dia juga mengapresiasi langkah cepat aparat menangkap pelaku.

“Kami minta agar aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut demi kemasylahatan umat. Kami juga minta kepada masyarakat jangan terprovokasi. Masyarakat harus tenang. Kita percayakan penyelesaian kasus ini pada aparat," imbuhnya.

Tuan Guru Bajang, menegaskan dengan kejadian ini tentu akan sangat berdampak kepada psykologis para ulama dan pendakwah kita, karena ada perasaan was-was akan keamanan dirinya saat menyampaikan risalah agama.

“Dakwah adalah kegiatan positif untuk mencerahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa secara baik, damai, dan didasari semangat kerukunan. Ajaran agama tidak membenarkan segala bentuk tindak kekerasan, atas nama apapun dan terhadap siapapun, termasuk atas nama agama, atau terhadap penceramah agama," tegas Rektor IAIH NW Lotim ini.

Ia juga juga meminta komitmen pemerintah dalam upaya menjaga warga dalam menjalankan kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan maisng-masing tanpa ada diskriminasi dan tindakan melawan hukum.

“Semoga kejadian ini adalah kejadian terkahir yang menimpa para pendakwah kita,”pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments