Breaking News

6/recent/ticker-posts

Sekdes Senyiur harapkan BAZNAS Lotim Transparan Masalah Anggaran

Foto; Sekertaris Desa Senyiur, Lukmanul Hadi, SE

Lombok Timur- Transparansi anggaran pendapatan (Badan Amil Zakat Nasional) Baznas yang bersumber dari beberapa instansi yang ada dan anggaran bantuan yang disalurkan kepada masyarakat di semua wilayah, di diharapkan Sekretaris Desa Senyiur Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur kiranya bisa diketahui oleh semua pihak.

"Saya kira, jumlahnya ini tidak sedikit dikelola oleh baznas kita di sini, jadi kalau bisa juga masyarakat harus mengetahui itu, dan berapa nilai yang disalurkan kepada delapan kelompok masyarakat yang berhak menerimanya di setiap wilayah kabupaten, sesuai dengan ketentuan hukum yang sudah dijelaskan di dalam kitab suci kita Al-Qur'an" kata Sekdes, Lukmanul Hadi, SE., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/08)

Lukmanul menambahkan, terkait situasi dan kondisi masyarakatnya yang terkena musibah, pihaknya sudah mengusulkan dan mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas.

"Sepengetahuan kami, bahwa usulan itu ada yang kolektif dan ada juga yang secara individu, jadi kami kemarin mengusulkan secara individu dan langsung mendapatkan rekomendasi dari bapak camat, kepala desa dan kepala wilayah, tempat di mana mereka tinggal" terangnya

Dilanjutkannya, pihaknya juga tidak pernah luput dari koordinasi dengan perwakilan koordinator yang ada di kecamatannya.

"Sebelum beliau menjadi koordinator baznas di kecamatan Keruak, kebetulan saya sudah temanannya cukup lama, dari 20 tahunan yang lalu sampai saat ini, jadi kami sering bertukar pikir, dan saran beliau kemarin, ia meminta kami mengajukan bantuan dari baznas itu secara formal sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ada, dan itu sudah kita jalankan" paparnya

Diakuinya, sesudah diajukannya usulan tersebut kepada baznas, pihaknya sampai saat ini, belum ada sinyal, apakah bantuan tersebut ada atau tidaknya.

"Sampai hari ini, kami belum mengetahui apakah usulan kami tersebut mandek, tidak diterima atau ditolak oleh baznas, soalnya kami belum ada dikonfirmasi dan bagaimana pun juga kami di desa hanya bisa menunggu jawaban, dari apa yang sudah kami ajukan kepada baznas sendiri" tandasnya

Lebih jauh, disampaikan Lukmanul, setidaknya dari kebijakan yang ditelurkan itu nantinya bisa membantu memangkas dan mengurangi angka kemiskinan di Lombok Timur secara umum, khususnya di wilayah bagian selatan.

"Jadi di sini juga, kami dikenai untuk bazda dan baznas, jadi kaitannya dengan persoalan tidak mampu ini, kiranya kami berharap dari pemotongan tersebut bisa kembali di salurkan kepada masyarakat yang memang betul-betul membutuhkan dan beliau-beliau yang ada atas juga bisa lebih pro aktiflah terhadap kami" imbuhnya

Ia, berharap kedepannya kepada pemangku kebijakan yang ada di kabupaten, dari semua elemen SKPD, stakehoder, baik dari dinas sosial, baznas, dan dinas-dinas lainnya, yang satu dengan lainnya punya keterkaitan bisa bersinergi dengan kami di desa agar keberadaan baznas ini bisa mengurangi angka kemiskinan yang ada dan bantuannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Lebih-lebih ada salah satu anak kita di Senyiur ini, yang sampai saat ini masih sakit dan mau dioverasi, hanya saja masih belum ada biaya, dan sekali lagi kami berharap kepada baznas dan semua pihak instansi lainnya bisa memberikan bantuan kepada anak kita ini, supaya bisa sehat dan tersenyum seperti anak-anak lainnya" tutupnya.(LN)

Post a Comment

0 Comments