Breaking News

6/recent/ticker-posts

Mawar Emas, Program perlawan terhadap Rentenir segera diluncurkan

Gambar Ilustrasi

Mataram - Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) akan diluncurkan Hari Rabu tanggal 12 Agustus 2020 mendatang. Penetapan jadwal peluncuran ini ditentukan pada rapat yang berlangsung di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Jum'at, 7 Agustus 2020.

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi'i, MM dan diikuti oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Kepala Biro Umum Setda NTB, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah dan juga Perwakilan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Foto Kegiatan

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Syafi'i mengapresiasi setiap pihak yang telah terlibat dalam program Mawar Emas dari awal dimulai hingga menuju peluncuran dalam waktu dekat ini. Berbagai macam persiapan juga sudah dilakukan demi menyukseskan program tersebut. Antara lain, pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait hingga pelatihan takmir masjid yang sudah dilaksanakan di Islamic Center beberapa waktu yang lalu.

"Alhamdulillah hingga saat ini telah berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya.

Lalu Syafi'i kemudian meminta seluruh pihak agar dapat melakukan tugasnya dengan maksimal. Itu semua demi keberhasilan keberlangsungan program Mawar Emas. "Untuk itu, sesuai dengan arahan pak Gubernur, ini agar segera kita launching," lanjut Lalu Syafi'i.

Terakhir, Ia berharap setelah peluncuran program Mawar Emas tersebut, pengawasan serta evaluasi dapat terus dilakukan. "Kita harapkan ini dapat menjadi pilar dalam peningkatan perekonomian umat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM menekankan pentingnya publikasi terkait program Mawar Emas. Dengan hal ini, masyarakat di masa yang akan datang tidak lagi terjerat dengan rentenir yang hingga saat ini masih meresahkan.

"Ini harus bisa menjadi trending topic sampai ke tingkat nasional, tentang bagaimana kita melawan Riba'," ucapnya.

Najamuddin kemudian menyatakan kesiapan terkait peluncuran Mawar Emas, baik dari segi waktu dan juga tempat pelaksanaan. Tak hanya itu, kegiatan peluncuran ini akan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

"Jadi launching yang sedang kita persiapkan ini, tetap dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19," sebutnya.

Senada dengan itu, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan mengatakan bahwa program Mawar Emas telah siap untuk diluncurkan. Ini dibuktikan dari kesiapan para takmir masjid yang sudah diberikan pembekalan. Ia juga berharap, dua lembaga keuangan yakni Bank NTB Syari'ah dan PNM dapat terus memberikan dukungan pada program Mawar Emas.

"Insya Allah persiapannya hingga saat ini sudah cukup bagus," tuturnya.

Nantinya jamaah masjid bisa membentuk kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif untuk selanjutnya dapat mengakses pembiayaan melalui program Mawar Emas ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah. Dalam hal ini, MES NTB disebutnya telah siap dalam peluncuran program Mawar Emas pekan depan. Berbagai persiapan, baik teknis dan non-teknis juga tengah disusun oleh pihak MES NTB.

"Alhamdulillah dari MES NTB, bahwa dalam perjalanan hampir dua bulan ini, kami dari awal mengkonsolidasikan beberapa masjid untuk program Mawar Emas ini," jelas Mulianah.

Para takmir Masjid pun telah dilatih sehingga dapat menjalankan program Mawar Emas dengan baik kedepannya.

Program Mawar Emas sendiri merupakan program yang berawal dari kegiatan safari subuh oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Dari situ, munculah ide dimana masjid yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah dapat pula dijadikan sebagai salah satu tempat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan keberadaan masjid ini, diharapkan masyarakat kedepannya tidak lagi terjerat rentenir.

Program Mawar Emas ini kemudian terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB. Program ini juga melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Post a Comment

0 Comments