Ticker

6/recent/ticker-posts

Pengahasilan hanya Cukup untuk beli Beras, PKL Lawata minta keringanan bayar Sewa Lahan

Foto; Lapak Lawata, Jl. Pemuda Gomong Mataram


Mataram - Dampak prekonomian akibat dari pandemi Covid-19 dirasakan Masyarakat dari 
semua lini.

Hal tersebutpun dirasakan oleh pedagang kaki lima (PKL) di Lawata, jln. Pemuda Gomong, Mataram.

Menurut Curhatan Salah Seorang PKL dikawasan Lawata Gomong, berinisial Z. Ia menuturkan, sebelum mewabahnya Covid-19, hasil jualannya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, namun dengan situasi saat ini berbanding terbalik.
Pasrah dengan situasi tersebut, Si Z pun berharap agar sewa kelola Lahan bisa digratiskan sementara oleh Dispora. Prov. NTB selaku pengelola penyewaan Lahan.

"Boleh sih gratis soalnya kan sekarang (pendapatan-red) turun ndak seperti biasanya kan karena musim Corona ini, biasanya ada satu juta, sekarang mana ini cukup cukup beli beras aja," ujar Z dilapaknya, Rabu/08/07

Hal yang sama juga disampaikan A (Inisial) seorang PKL Jasa Fotocopy yang berlapak dikawasan Lawata, ia juga meminta keringanan sewa Lahan dengan alasan Sepi pengunjung karena Aktivitas perkuliahan selama Pandemi diliburkan.

"Kalau saya minta sih keringanan dari Dispora aja karena tiap hari kan sepi, biasanya sehari dapat 100 ribu bisa turun 90 persen, bahkan pernah tutup sebulan selama Covid," ujarnya.

Sementara, Kepala Dispora NTB, Husnanidiaty Nurdin saat dikonformasi bersikukuh para PKL harus tetap membayar sewa lahan meski Pandemi Covid-19.

Ia beralasan sudah memegang SK Gubernur NTB Nomer 032-481 tahun 2020 tentang penyewaan tanah milik Pemprov tersebut.

"Ya kan ndak bisa kita meringankan tanpa ada persetujuan, tetap (bayar sewa lahan-red), karena SK nya itu sampai 2020," ujarnya.

Namun demikian Ia mengaku sudah mengirim surat ke para PKL Lawata yang berisi permintaan agar pembayaran sewa lahan sebesar 2 juta pertahun itu dibayar dengan cara di cicil hingga akhir Desember 2020.

"Kami sudah berkirim surat ke mereka (PKL Lawata-red) minta membayar dengan cara mencicil aja ndak kontan, pokoknya sampai Desember 2020 lunas," tegasnya.

Post a Comment

0 Comments