Ticker

6/recent/ticker-posts

Diduga Pagar Makan Tanaman, Ketua Bawaslu Loteng terancam diPolisikan

Foto; Raden Fauzi saat Jumpa pers didampingi Kuasa Hukumnya

Lombok Tengah- Diduga ketua Bawaslu Lombok Tengah (Loteng) atas nama Abdul Hanan, merenggut kenikmatan tubuh Baqiyatussolihah, istri sah Raden Fauzi temannya sendiri, dengan cara mengawini.

Tidak terima istri sahnya dikawinin ketua Bawaslu, Sabtu lalu Raden Fauzi melayangkan laporan pengaduan ke Mapolres Loteng.

Dalam jumpa persnya di salah satu rumah makan di Praya, Senin (13/07), Junaidi Juprihatin Akbar selaku juru bicara membenarkan, kalau dirinya bersama suami sah Baqiyatussolihah, telah melayangkan laporan pengaduan ke Mapolres Loteng, terkait perlakuan senonoh ketua Bawaslu Loteng, Abdul Hanan.

"Sabtu lalu, saya bersama suami sah baqiyatussolihah telah memasukkan laporan ke Mapolres Loteng, dengan tuduhan ketua Bawaslu Loteng, telah mengawini istri sah Raden Fauzi atau pelapor," katanya.

Dikatakan tahun 2015 lalu, Raden Fauzi menikahi Baqiyatussolihah dan bulan Desember 2019 lalu, terjadi cekcok antar dua belah pihak, sehingga mengakibatkan Baqiyatussolihah pulang ke rumah orangtuanya di Dusun Siren Rumbuk Kecamatan Sakra Lombok Timur.

Selanjutnya, terdengar isu kalau Baqiyatussolihah menikah dengan laki laki atas nama Abdul Hanan. Untuk memperjelas isu tersebut, pihaknya bersama Raden Fauzi, mendatangi Kadus dan orang tuanya Baqiyatussolihah dan Kadus beserta orang tuanya mengakui dan parahnya orang tuanya Baqiyatussolihah sendiri langsung sebagai wali.

"Untuk memperjelas isu pernikahannya, saya bersama suami sah Baqiyatussolihah mendatangi orang tuanya atas nama Ahmad Zaini beserta Kadus. Untuk membuktikan nama Abdul Hanan yang disebut sebut sebagai suaminya, saya malah memperlihatkan Poto ketua Bawaslu kepada orang tuanya sekaligus walinya, mengakui  Poto yang saya perlihatkan itu suaminya Baqiyatussolihah," bebernya.

Akad nikah lanjutnya, dilakukan pada bulan Marat atau sebelum puasa lalu. Sedangkan lokasi akad nikah dilakukan disalah satu rumah dekat rumah sakit harapan keluarga Mataram, atau rumah ketua Bawaslu Loteng.

Atas hal tersebut, pihaknya sudah mencoba untuk mempertanyakan hal tersebut ke Abdul Hanan, namun sampai saat ini malah Abdul Hanan, tidak mengakui, sehingga pihaknya melayangkan surat pengaduan ke Mapolres Loteng.

Sementara itu Raden Fauzi mengaku, pihaknya tidak pernah habis fikir sebejat itu kelakukan temannya sendiri. Kenapa pihaknya mengatakan teman sendiri, pihaknya tunggal satu kampung dengan Hanan, dan malah makan minum sudah biasa di rumahnya.

Namun diam diam, ternyata Hanan ini punya niat busuk. "Sebelumnya memang terlihat Hanan ini menaruh suka sama istri saya, namun karena Hanan ini teman satu kampung dan ada hubungan keluarga, saya tidak pernah berfikir macem macem, kendati saya sempat ingatkan ke istri saya agar apapun yang dikatakan Hanan jangan didengar, sebab orangnya itu mata keranjang dan di luar kelakuannya tidak baik," katanya.

Dikatakan sampai saat ini, hasil perkawinannya dengan Baqiyatussolihah sudah dikaruniai anak 2 orang, jenis kelamin wanita dan laki laki. Dan dua anaknya saat ini, dia sendiri yang mengasuhnya. "Saya nikah tahun 2015 silam, dari hasil perkawinannya kami dikaruniai anak 2 orang," paparnya.

Selanjutnya, sebagai bukti sah dalam perkawinannya, pihaknya memiliki bukti buku nikah yang sampai saat ini masih ia simpan.

Atas hal tersebut di atas, pihaknya berharap laporan pengaduan yang sudah dimasukkan ke Mapolres Loteng untuk ditindaklanjuti. Sebab apa yang telah dilakukan ketua Bawaslu, telah menunjukkan kesalahan fatal dan tidak layak dilakukan oleh orang yang mengerti aturan

Sementara itu kasat Reskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono melalui pesan WhatsApp mengaku, belum menerima laporan pengaduan tersebut. Namun pihaknya berjanji akan mengecek laporan pengaduan tersebut. "Saya belum terima dik, nanti saya akan cek," katanya.

Sementara itu, ketua Bawaslu Loteng Abdul Hanan, sampai berita ini dimuat belum bisa dihubungi. (Red)

Post a Comment

0 Comments