Perhatikan Tanggung Jawab mengharuskan mereka bertaruh Resiko, 2 Nakes dilobar Positif Covid-19 - krikkrik.net

Tanggung Jawab mengharuskan mereka bertaruh Resiko, 2 Nakes dilobar Positif Covid-19

Gambar Ilustrasi Tenaga Medis

Lombok Barat- Tanggung Jawab dan Resiko Tugas menjadi Tenaga Medis bukanlah hal yang mudah mengingat kondisi Pandemi Wabah Covid-19 kian hari semakin belum menentu waktu Usainya.

Atas nama Kemanusiaan dan tanggung Jawab, mereka harus terpaksa bertaruh dengan Resiko untuk dijangkiti Virus Covid-19. Tentunya sinergi Masyarakat untuk tetap diam di Rumah demi meringankan beban tanggun jawab mereka.

Di Lombok Barat, seperti yang diungkap Bupati Fauzan Khalid, Sabtu Malam 23/05 saat memimpin Apel Siaga Pasukan Berskala Besar di Kawasan Bundaran Giri Menang Gerung, ia mengatakan 2 Orang tenag Medis dinyatakan Positif dan 10 lainnya dikarantina.

"Covid-19 ini tidak memandang usia dan status seseorang. Di Lombok Barat saja 2 orang tenaga medis sudah positif Covid-19. Selanjutnya 10 tenaga medis lainnya saat ini masih dikarantina untuk dua minggu ke depan. Untuk itu kami tidak akan pernah lelah  menghimbau masyarakat agar tidak menyepelekan ancaman bahaya Covid-19 ini. Kita khawatir kalau masyarakat tetap abai,  tak peduli dengan protokol kesehatan,  justru penyebaran virus di daerah kita ini akan semakin meluas," Ungkapnya

Foto; Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid

Bupati mengambil kasus kota di Pulau Jawa yang juga sudah banyak tenaga medisnya terkena Covid-19 ini dan saat ini mengalami kekurangan tenaga medis.

"Karena itu kita minta kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap himbauan pemerintah,” kata H. Fauzan.

Melihat penyebarannya saat ini, bagi Fauzan Khalid sudah mengkhawatirkan. Sampai saat ini katanya, sudah 92 orang sudah terinfeksi walaupun sebagiannya telah sembuh.

"Dua di antaranya tenaga kesehatan. Sebelumnya tenaga kesehatan kita sudah dikarantina 10 orang. Ini artinya tenaga medis kita bagi penanganan Covid-19 di Lobar berkurang 12 orang. Dalam kondisi tenaga kesehatan yang minim maka dibutuhkan usaha yang lebih lagi untuk pencegahan,” kata Fauzan

Bupati juga berpandangan tidak ada wilayah di Lombok Barat yang pasti zona hijau.

"Jadi ini peran masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika sampai wabah ini tidak bisa dikendalikan, jangankan Lombok Barat, negara saja bisa bangkrut jika ekonomi tidak berjalan, fokus anggaran hanya untuk Covid 19. Terus bagaimana kita mau membangun dan menghidupkan ekonomi masyarakat?," tanya Fauzan usai acara apel siaga tersebut.

Bagi Fauzan, memang cukup dilematis bagi pemerintah dalam situasi saat ini. Namun menurut Fauzan, pilihan untuk keselamatan nyawa dari penyakit mematikan ini adalah pilihan yang utama dan realistis bagi pemerintah.

"Itu kenapa kita meminta masyarakat mematuhi himbauan pemerintah. Bukan cuma karena ingin selamat dari bahaya Covid 19, tapi juga biar perekonomian bisa segera pulih," tegas mantan Ketua KPUD NTB itu.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Barat, H. Ahmad Taufiq Fathoni membenarkan statemen Bupati Lombok Barat.

"Sampai saat ini, Sabtu (23/5) di Lombok Barat sudah ada 92 positif, termasuk 2 tenaga medis kita. 39 orang dinyatakan sembuh setelah di-swab tiga kali, dan 53 orang masih dirawat," terang Fatoni.

Mengenai 10 tenaga medis yang saat ini dikarantina, pihaknya memastikan akan melakukan swab test.

"Kita swab dulu paling tidak sampai tiga kali. Jika secara berturut-turut hasilnya negatif, baru kita bolehkan kembali bertugas," tegas dokter yang istrinya juga merupakan perawat piket di ruang isolasi itu.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang itu juga meminta agar masyarakat bisa meringankan beban rumah sakit dan para medis.

"Di samping karena tenaga medis kita berkurang 12 orang, pasien yang terus bertambah juga berakibat pada penambahan ruang isolasi. Akibat lanjutannya, kita terpaksa menutup pelayanan untuk ibu dan anak di RSUD Tripat dan Ruang Penyakit Dalam di RSAM Narmada," tutur Fatoni.

Menurutnya dampak tersebut yang paling dikhawatirkan pihak Pemda.

"Jangan sampai karena pelayanan kepada pasien Covid, kita terpaksa mengorbankan pasien lainnya. Fasilitas kita terbatas," keluhnya sambil meminta  masyarakat membantu pemerintah daerah dengan mematuhi protokol Covid 19.

"Kita sangat prihatin jika masyarakat masih tidak peduli dengan ini. Imbas ketidakpedulian itu yang berat," keluh Fatoni(Red)

0 Response to "Tanggung Jawab mengharuskan mereka bertaruh Resiko, 2 Nakes dilobar Positif Covid-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel