Ticker

6/recent/ticker-posts

PBNW Instruksikan Warga NW sholat Idul Fitri 1441 H di Rumah Masing-masing

Foto; Ketua umum PBNW Tuan Guru Bajang Kyai H. M. Zainuddin atsani saat sedang memberikan Himbauan di Mataram

Mataram– Menjelang datanganya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, tentu hari ini menjadi hari kemenangan ummat Islam yang sudah menjalankan ibadah pausa sebulan penuh. Namun dengan kondisi Negara kita yang masih di kelilingan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sebagai warga negara yang baik, harus mematuhi anjuran pemerintah demi kemaslahatan rakyat secara umum.

Menyikapi hal diatas, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) bersama Dewan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (DM PBNW)mengeluarkan instruksi Nomor : 026/PBNW_XIV/V/2020, terkait pelaksanaan ibadah Solat Idul Fitri yang ditadantangani Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, dan Sekjend PBNW Prof. Dr TGH Fakhrurrazi Dahlan bersama Ketua Umum Dewan Musytasyar (DM PBNW) Ummuna Hj St. Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, dan Sekjend (DMPBNW) Dr TGH Abdul Muhyi Abidin, MA.

Dalam instruksi dan imbauan tersebut PBNW menegaskan bahwa segala rangkaian yang terkait dengan perayaan Idul Fitri seperti Takbiran Keliling, Lomba Takbiran tidak diperkenankan dilaksanakan secara berkeliling dengan mengumpulkan jamaah, namun dapat dilakukan di rumah masing-asing. Pelaksanaan Sholat Sunnah Idul Fitri 1441 H dilaksanakan secara berjamaah dengan keluarga dekat di rumah dengan memperhatikan tata cara Shalat 2 rakaat pada rakaat pertama diawali Takbir 7x dan 5x takbir pada rakaat kedua.

“Apabila menghendaki Keafdholannya dapat disempurnakan dengan Khutbah Idul Fitri secara singkat dan padat,” jelas Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang, dalam press releasenya, yang diterima media ini, Kamis (21/05).

Lanjutnya, Shalat Sunnah Idul Fitri di rumah itu lebih Afdhol dikerjakan, dibandingkan jika dikerjakan di Masjid/Mushala atau di lapangan karena lil wiqoyah wal himaayah wa lihifzinnafsi wa limashlahatil ammah (menjaga diri, menjaga jiwa dan menjaga keselamatan orang banyak).

“Pasca Idul Fitri jamaah tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan Halal bi Halal secara berkumpul fisik, namun dapat dilaksanakan secara daring (zoom joint meetings dan via WhatsApp serta media sosial lainnya,”imbuhnya.

Rektor IAIH NW Lotim ini juga, menegaskan terkait tugas dan kewajiban personal perihal Zakat Fitrah dapat ditunaikan di lingkungan sekeliling atau diserahkan ke Pondok Pesantren, Madrasah, LKSA sebagaimana yang dianjurkan dan ditradisikan oleh Al-Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Instruksi ini dikeluarkan agar dapat ditaati dan dipedomani sebagaimana  mestinya demi kemaslahatan dan keafiatan bersama. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan kita kembali fitri (bersih). Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1441 H, Mohohn Maaf lahir Bathin,,”pungkasnya. (vin)

Post a Comment

0 Comments