Breaking News

6/recent/ticker-posts

Camat Jerowaru; pendistribusian sudah merata, tidak ada alasan Masyarakat untuk tidak menggunakan Masker

foto; Jumase, Camat Jerowaru

Lombok Timur- Pemerintah Kecamatan Jerowaru kembali mengajak semua elemen masyarakat Jerowaru maupun masyarakat yang dari luar untuk wajib menggunakan masker pada saat berkendara melintasi pintu masuk wilayah Jerowaru.

Camat Jerowaru, Jumase menegaskan, masyarakat yang melintasi jalan raya yang tidak menggunakan masker disangsi dengan tidak diperbolehkan melintas demi menjaga Pnyebaran penularan virus covid-19.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi di jalur Sukaraja-Sepapan ini. Karena sudah dikatakan jalur wajib masker sehingga siapa pun dia, baik masyarakat lokal maupun masyarakat luar wajib hukumnya menggunakan masker. Apabila ditemukan warga kami di sini yang tidak memakai masker, maka kita menyuruhnya untuk kembali mengambil maskernya dan apabila ada masyarakat yang ada di luar jerowaru yang tidak memakai masker, maka kita juga menyuruhnya untuk balik ke kanan dan kembali ke posisinya untuk mengambil maskernya," tegas Jumase, Senin (18/05)

Jumase juga mengatakan, tidak ada alasan masyarakat untuk tidak menggunakan masker sebab di wilayah Kecamatan Jerowaru sudah didistribusikan kemasyarakat hampir mencapai angka 80 ribuan.

"Dari Kecamatan aja sudah 50 ribuan kemudian belum lagi ditambah dengan relawan, belum lagi ditambah dari Dinas Kesehatan dan belum lagi ditambah dari Kades-Kades yang sudah menyiapkan itu sudah cukup banyak. Belum lagi dari Pak Bupati yang keliling ke tempat-tempat yang ada di sini, sehingga tidak ada lagi alasan masyarakat untuk mengatakan tidak ada maskernya," katanya

Dijelaskannya, untuk pos Covid19 yang ada di sini, ada 2 titik sasaran utama yang harus dikerjakan yang pertama, adalah razia masker kemudian yang kedua, adalah mengukur suhu tubuh warga yang melintas.

"Kalau suhu tubuhnya 38 ke atas wajib hukumnya kalau dia masyarakat lokal di Kecamatan Jerowaru masuk di Puskesmas terdekat yang ada di Sukaraja. Kalau masyakat luar ditanya dulu, bersedia ndak di tes, kalau dia bersedia kita bawa, kalau dia tidak bersedia kita suruh balik sesuai dengan SOP yang sudah kita laksanakan sejak 6 hari yang lalu dan alhamdulillah bsok sudah mau masuk hari ke 7," tambahnya

Dikatakannya, dalam melaksanakan razia masker dan pengukuran suhu tubuh terhadap beberapa pengendara kemarin.

"Bahwa ditemukan salah satu pengendara yang suhu tubuhnya di atas normal, sehingga kami langsung membawanya ke Rumah Sakit, setelah dilakukannya rapid test, hasilnya reaktif negatif," terangnya

Dilanjutkannya, dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid19 di wilayahnya. Pihaknya juga melibatkan beberapa unsur terkait.

"Di sini yang terlibat mulai dari TNI 2 orang, Kepolisian 6 orang secara bergiliran 3 orang, 3 orang, Dinas Perhubungan 2 orang, BKD 2 orang, Kasebangpoldagri 1 orang, ada juga dari relawan, beberapa staf Camat, bersama tim medis dari dua Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Jerowaru. Jadi jumlah yang kerja di sini sekitar 17 orang personil," tandasnya

Razia wajib masker, lanjutnya, dilaksanakannya di beberapa titik yang ada di wilayah Kecamatan Jerowaru.

"Ia, adapun lokasi titik dilakukannya razia wajib masker selain di jalur masuk yang di Sukaraja, razia wajib masker dilakukannya di daearah perbatasan Loteng dengan Lotim di kawasan Desa Pene dan masih direncanakan di Lungkak masuk perbatasan Ketapang Raya dan kalau malamnya di Pejaik," pungkasnya

Pak Camat berharap kepada semua masyarakatnya agar bersama-bersama mentaati himbauan dari pemerintah kita di Kabupaten Lombok Timur yang sudah mengeluarkan himbauannya yang bekerjasama dengan fatwa MUI.

"Dan apabila himbauan itu sudah kita laksanakan secara maksimal, maka apa yang dikehendaki oleh masyarakat Jum'atan, shalat eid dan ibadah-ibadah yang lainnya insyallah bisa terwujud dan terlaksanakan pada saatnya nanti," tutupnya (Lun)

Post a Comment

0 Comments