Breaking News

6/recent/ticker-posts

Di duga sebarkan Hoax, Pemuda NW NTB minta Bupati Lotim Pecat Camat Sakra Barat

Foto; Tampak kiri Ketua pemuda NW NTB, M. Zainul Pahmi, M.Pd, Tampak kanan, Camat Sakra Barat, Mahruf

Lombok Timur- Pemuda NW NTB menyayangkan Beredarnya informasi mengenai adanya Petugas Medis yang terjangkit Covid-19 di Puskesmas Sukaraja kecamatan Jerowaru yang diduga disebarkan oleh Mahrup, Camat Sakra Barat.

Ketua Pemuda NW NTB, M. Zainul Pahmi, M.Pd mengatakan, Informasi yang diduga disebarkan  Camat Sakra Barat tersebut telah membuat kepanikan ditengah Masyarakat.

"Sebagai seorang Camat seharusnya Camat Sakra Barat tidak memberikan informasi Hoax yang membangun keresahan ditengah Masyarakat" Ucap pahmi, Rabu, 24/04
di Mataram.

Kata pahmi, Informasi yang disebarkan Camat Sakra Barat tersebut telah beredar di Masyarakat dengan Stigma yang tidak baik dan cenderung membuat Pelecehan terhadap Profesi Tenaga Medis yang sedang berjuang menjadi Garda terdepan melawan Pandemi Covid-19.

"Info Hoax tersebut telah menyebar dibanyak Kepala Desa dan Masyarakat lainya dan terbangun Stigma yang negatif terhadap Petugas Medis yang seharusnya kita Syukuri keikhlasan mereka melayani Masyarakat dalam situasi seperti ini" ungkapnya

Lebih Lanjut, Pahmi meminta kepada Bupati Lombok Timur Menegur keras Camat Sakra Barat hingga pemecatan, karena menurutnya, Camat Sakra Barat sebagai Pejabat pemerintah telah mencoreng Martabat Kabupaten Lombok Timur yang selama ini dinilai Paling tanggap dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan melanggar Etika dengan tidak menghormati Profesi petugas Medis.

" Kami minta Camat untuk Meminta Maaf dan juga meminta Atensi dari bupati secara serius untuk menegur dan memecat Camat Sakra Barat karena mencoreng nama baik Lombok Timur, juga tidak menghormati tenaga Medis, Kalau pak Bupati tidak bisa tegas kami akan lebih tegas " tandasnya

Sementara, Kepala pelaksana (Kalak) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) provinsi NTB, Akhsanul Khalik mengatakan, Informasi yang beredar tersebut tidak benar adanya.

"Terkait dengan ad anya Isu yang mengatakan bahwa ada perawat puskesmas sukeraje jerowaru yang positif, maka kami informasiknan bahwa isu itu hoax" ungkapnya

Lanjut Dikatakan, terhadap petugas medis yang diisukan tersebut telah dilakukan Rapid Test Namun belum ada Hasil Swab sebagai Uji Positif dan tidaknya.

"tenaga medis yang dimaksudkan baru dilakukan  Rapid Test dan untuk dimaklumi sampai saat ini belom ada hasil uji Lab Swab terhadap yang bersangkutan" Lanjutnya

AKA (sapaan Kalak BPBD NTB) juga meminta Masyarakat untuk Tenang dan tidak cepat menyerap Informasi yang belum Valid.

"Jadi Masyarakat agar tidak termakan isu dan tetap tenang, karena apabila nanti hasil uji lab swab terhadap yang bersangkutan keluar, maka pemerintah akan mengumumkan secara terbuka, apakah negatif ataupun positif" Tutupnya



Post a Comment

4 Comments

  1. Harusnya pejabat sekelas camat bisa menjadi contoh baik di tengah masyarakat....koq sebaliknya weleh2 rup..rup

    ReplyDelete
  2. Harusnya camat bisa jadi contoh baik di tengah masyarakat...koq sebaliknya ...mahrup2 taker ek te

    ReplyDelete