Breaking News

6/recent/ticker-posts

Puluhan Advokat Jamin Penangguhan Penahanan Gabriel Gahing Tokan


Mataram - 50 Pengacara di NTB yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu bakal menjadi penjamin untuk penangguhan penahanan terdakwa Gabril Gahing Tokan, SH.MH.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum terdakwa Gabriel, M. Ikhwan SH didampingi sejumlah anggota tim, Lalu Muh Salahuddin dan Lalu Azhabuddin Tarmizi .SH, ketika ditemui setelah persidangan, pada Senin (10/02/2020).

Menurut mereka, langkah itu ditempuh sebagai bentuk solidaritas antar sesama pengacara. Karena selama ini, mereka yakin terdakwa Gabriel tidak bersalah sebab membela diri.

"Bagi kami para Lawyer ini aneh saja, seorang (Gabriel-red) sedang mempertahankan haknya ketika sedang menjalankan profesinya lalu di serang dan melakukan pembelaan diri," ujarnya.

Dilanjutkan, dugaan penganiayaan dengan terdakwa Gabriel Gahing Tokan, SH.MH sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Mataran.

Sidang perdana yang dipimpim oleh majelis hakim, Yuli Atmaningsih.SH dan  I Wayan Sugiartawan.SH serta Dwianto Jati Sumirat,SH dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hj. Baiq Sri Saptianingsih,SH.

Dalam surat dakwaan JPU menyatakan bahwa terdakwa pada Selasa tanggal 19 November 2019 sekitar jam 15.00 wita atau pada waktu-waktu  lain dalam bulan November 2019, bertempat di sebuah rumah di Jalan Oliander No.02 Komplek Perumahan Green Vallley Dusun. Batu Bolong Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat dengan sengaja merusak kesehatan orang lain dan mengakibatkan luka yang dialami korban ANDRY dan telah dilakukan Visum sebagaimana tertuang dalan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram  Nomor : Sket/Ver/293/XI/2019/Rumkit.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 ayat (1) KUH Pidana.

Sementara itu baik terdakwa maupun Penasehat Hukum terdakwa yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu menyatakan tidak melakukan eksepsi.

M. Ihwan.SH mengatakan bahwa dalam sidang pembacaan surat dakwaan dari JPU, pihaknya tidak mengajukan eksepsi agar sidang bisa dipercepat.

Sidang ini akhirnya ditunda minggu depan untuk menghadirkan saksi - saksi dari pihak penuntut umum.

"Tim penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi kita langsung saja ke materi pokok acara pemeriksaan saksi, jadi kami berharap saksi saksi itu bener bener ada dan hadir datang untuk memberikan keterangan yang sudah diberikan ," ungkapnya.

Ditegaskan bahwa surat penjamin untuk  penangguhan penahanan bakal dilayangkan oleh Advokat NTB Bersatu pada Selasa 11 Februari 2020. Dan diharapkan dalam sidang selanjutnya, surat tersebut sudah ada jawaban dari Majelis Hakim.

"Untuk penjamin penangguhan penahanan kami layangkan besok. Mudahan sidang kedepn ada jawaban," pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments