Breaking News

6/recent/ticker-posts

4 Kades Lingkar Bandara tak mau diajak Demo lagi, LSM Formapi NTB Kecewa


Lombok Tengah- Kecaman penolakan nama Bandara Internasional Lombok (BIL), menjadi Bandara Internasional Zaenuddin Abdul Madjid (Bizam), di Lombok Tengah (Loteng), kembali di suarakan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya Formapi NTB.
Kali ini, sejumlah LSM melampiaskan kekesalannya di halaman kantor Bupati Loteng, setalah diterima oleh Wakil Bupati (Wabup) HL. Pathul Bahri dan Sekretaris Daerah (Sekda) HM. Nursiah.

Tidak puas dengan jawaban dari Wabup Loteng, masa kembali menyuarakan penolakannya di Kantor DPRD Loteng, Senin (03/02).

Kali ini aksi penolakan nama Bandara menjadi Bizam, tidak santer seperti sebelumnya, pasalnya dalam aksi penolakan tersebut Kepala Desa (Kades) dari lingkar Bandara, masing masing Desa Penujak, Tanak Awu dan Desa Ketare Kecamatan Pujut Loteng.

Terhadap hal itu, ketua LSM Formapi NTB Ihsan Ramdhani mengutuk atas apa yang telah dilakukan. Sebab apa yang telah dilakukan oleh kades lingkar bandara,enjdai bukti kalau kades tersebut telah berkhianat kepada masyarakatnya sendiri.

"Saya sangat kecewa atas pengkhianatan kepala desa lingkar bandara, yang telah berubah haluan dan tidak lagi ikut dalam barisan penolakan," katanya.

Atas hal tersebut, pihaknya atas nama LSM Formapi, akan menggasak seluruh program desa, baik yang dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan  Desa (DD).
"Wahai kades lingkar bandara, saya bersumpah atas nama ketua LSM Formapi, akan mengusut semua program desa, baik yang berasal dari ADD ataupun DD," geramnya.

Sementara itu, kades Ketare Lalu Buntaran melalui via ponsel mengaku, selama ini pihaknya menyadari, apa yang telah ia lakukan salah. Sebab, hidup di Indonesia diatur oleh undang undang yang sudah di tetapkan negara. Sedangkan apa yang telah ia lakukan atas penolakan tersebut, itu sama artinya dengan melawan keputusan negara.

"Kami hidup sudah diatur undang undang, makanya saya sebagai kepala desa harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk harus taat pada undang undang," katanya polos.

Selanjutnya terkait dengan ancaman pihak LSM Formapi, pihaknya tidak takut. Sebab dalam menjalankan program, baik yang dianggarkan melalui ADD ataupun DD, semuanya sudah ada juknas dan juknis atau aturan.

Sehingga pihaknya tidak takut untuk di awasi. "Silahkan saja jika LSM Formapi mau mengawasi, kami juga punya aturan dalam melaksanakan program, baik yang bersumber dari ADD ataupun DD," paparnya.

Dikatakan, dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat, insyaallah dalam waktu dekat ini pihaknya bersama 20 ribu masyarakat lingkar Bandara. Akan melakukan istigosah, dengan tujuan mendoakan agar masyarakat lingkar bandara pada khususnya dan NTB pada umumnya, lebih aman dan nyaman.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini, sekitar 20 ribu masyarakat kami, akan melaksanakan istigosah di bandara. Dengan niat agar kita semua aman," harapnya.

Sementara itu dalam media lain Kades Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng Soeharto mengaku, sebenarnya perubahan nama bandara menjadi Bizam, pihaknya tidak pernah persoalkan. Sebab itu tidak penting. Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab yang terpenting saat ini adalah, bagaimana caranya mensejahterakan masyarakat, bukan meributkan perubahan nama bandara.

"Mau BIL ataupun Bizam bagi kami, sebagai masyarakat yang ada di lingkar bandara, itu tak penting. Saat ini yang paling penting bagi kami adalah, bagaimana caranya mensejahterakan masyarakatnya," katanya(red)

Post a Comment

0 Comments