Breaking News

6/recent/ticker-posts

Kepolisian dinilai Lamban tangani Laporannya, Advokat NTB Bersatu akan tempuh upaya Praperadilan.

*Foto:Kuasa Hukum Gabriel Gahing Tokan,SH.,MH. dan Anggota Advokat NTB Bersatu*

Mataram- Puluhan Advokat yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu melayangkan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian.
Senin 6/01 di Kantor Advokat Umaiyah Jl. Bung Karno Kota Mataram.

Kekecewaan tersebut dirasakan karena dinilai Polisi Sektor (Polsek) Senggigi, Lombok Barat lamban menangani Laporan Kasus yang dilaporkan oleh Gabriel Gahing Tokan, SH.,MH atas Dugaan Kasus pengeroyokan yang dialami oleh Gabriel Sendiri.

,"kasus tersebut telah dilaporkan oleh klien kami di Polsek Senggigi dalam Laporan Polisi dengan Nomor : LP/64/XI/2019/NTB/Res.Lobar/Sek.Senggigi tanggal 22 November 2019" Ungkap DR.Umaiyah, SH.,MH. Salah seorang Kuasa Hukum Gabriel.

Dr. Umaiyah, SH.,MH. Mengakatakan Laporan tersebut dilayangkan karena adanya Dugaan penganiayaan yang lakukan oleh AS (Terlapor) dan tiga Orang Kawannya ke Gabriel Gahing Tokan (Pelapor).

Berdasarkan Kronologis Kejadiannya Gabriel pada tanggal 19 November 2019 yang saat itu sedang berada diRumahnya di Grand villa, Senggigi Lombok Barat, didatangi AS dan 3 lainnya, kemudian memasuki Rumah Gabriel dan terjadi pengeroyokan, kemudian dilakukan perlawan oleh Gabriel.

"Kronologis kejadiannya saat itu Klien kami saudara Gabriel didatangi 4 Orang dan langsung dikroyok akhirnya dia melawan" ungkapnya

Sementara karena kejadian tersebut, terjadi Saling Lapor antara Gabriel dan AS, pada tanggal 19/11/2019 dan Saat ini Gabriel telah berstatus sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP berdasarkan Laporan dari AS di Polisi Resort (Polres) Lombok Barat.

Karena Status kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka, Sementara Pelaporan kliennya tidak kunjung diproses, Tim kuasa Hukum Gabriel dan Advokat NTB Bersatu mempertanyakan Keseimbangan dan keadilan Hukum yang diberikan oleh Pihak Kepolisian.

"klien kami Gabriel telah ditahan, dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Laporannya AS dan 3 lainnya di polres Lombok Barat, sementara Laporan Klien kami tidak ada diproses. Perkara dengan Obyek, Subyek, waktu dan tempat yang sama seharusnya sudah sama-sama diproses, dimana keseimbangan Hukumnya kalau begini, seharusnya sama-sama jadi tersangka, dan pada Dasarnya yang aneh dalam Perkara ini adalah dalam ilmu Hukum ada namanya Opermah (membela diri), orang tiba-tiba datang ngeroyok terus kita membela diri kok jadi tersangka". Ujarnya

Atas dasar ketidak seimbangan dan keadilan Hukum yang dirasakannya, Menurut Advokat NTB Bersatu, Lambannya Polsek Senggigi dalam menangani Pelaporan kasus tersebut dinilai telah merusak upaya terwujudnya Keadilan Hukum dan melihat hal tersebut sebagai bentuk Kriminalisasi.

"Sehingga kami yang tergabung dalam Advokat NTB Bersatu merasa adanya ketidakadilan dan ketidakseimbangan Polri dalam menangani kasus ini dan Cenderung seperti mengkriminalisasi rekan Sprofesi dan klien kami saudara Gabriel Gahing Tokan,"ujarnya.

Ungkapan senada juga disampaikan M.Ikhwan, SH. Ia menuntut kepolisian dalam penanangan proses hukum terhadap kliennya dilakukan secara berimbang dan Adil, Karena menurutnya syarat untuk dinaikkan Kasus tersebut ke Tahap Penyidikan telah dipenuhi oleh pelapor.

"Syarat untuk disidik sudah terpenuhi oleh alat Bukti yang Cukup, Saksi dan Hasil Visumnya, kami menuntut Kepolisian untuk berlaku adil dan berimbang dalam memberlakukan Hukum. Ujarnya.

Diiakui oleh pihak Kuasa Hukum Gabriel bahwa Surat pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) memang telah diterima tanggal 5/12/2019 dari Polsek Senggigi, Namun menurutnya Hal yang tercakup dalam SP2HP yang diterimanya harus diupayakan secara penuh oleh pihak Kepolisian.

,"Alasannya terlapor tidak bisa dihadirkan,mereka yang harus berupaya untuk menghadirkan terlapor," terang Ikhwan, SH. didampingi oleh Lalu Muh Salahuddin.SH.MH dan Lalu Azhabuddin Tarmizi.SH.

Mengenai upaya yang telah dilakukannya, Kuasa Hukum Gabriel menyatakan telah bersurat ke Polda NTB dan Polsek senggigi dan menyatakan sudah mendapatkan tanggapan oleh Polda NTB Melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum).

,"langkah kami, sudah bersurat ke Kapolda NTB dan Polsek Senggigi dan sudah ditanggapi melalui Dirreskrimum"ungkapnya

Lanjut, Kuasa Hukum Gabriel dan Advokat NTB Bersatu menegaskan, jika nantinya Kasus tersebut dianggap tidak ada perkembangan, Tim Kuasa Hukum Gabriel Akan melakukan Upaya Praperadilan.

,"selain itu menurut pendapat kami, jika Kasus ini tidak ada perkembangan, kami akan melakukan upaya  praperadilan dalam waktu dekat untuk polsek senggigi dan saat ini sedang kami siapkan ," Tegasnya

Post a Comment

0 Comments