Breaking News

6/recent/ticker-posts

Awali Tahun 2020, BNNP NTB berhasil amankan 2 Kg Narkoba Jenis Sabu


Mataram- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB berhasil menangkap jaringan pengedar Narkoba jenis sabu lintas Provinsi, Sabtu (4/1) pukul 11.15 Wita.

Barang bukti Sabu Seberat 2 Kilogram dengan Nilai Rp 3 Milyar berhasil diamankan BNNP NTB dari para pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan, di Jl. Raya Senggigi, Kacamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Indentitas para pelaku yakni inisial RR (32) warga Provinsi Aceh, inisial FF (27) warga Kec. Alas Kabupaten Sumbawa dan BHA (19) warga Sekarbela Kota Mataram.

“Ketiga pelaku dan barang bukti sabu itu sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat konferensi pers di Loby kantor BNN Provinsi NTB, Senin 6/1.

Dijelaskan, Kronologi pengungkapan jaringan Narkoba lintas Provinsi tersebut berawal dari adanya informasi yang didapatkan BNNP NTB dari masyarakat, dimana akan ada transaksi Narkoba jenis sabu yang dibawa oleh pelaku RR menggunakan pesawat dari aceh dan akan diserahkan kepada pemesan yakni pelaku FF di Mataram, Kemudian BNN NTB melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelaku bersama barang bukti Narkoba jenis sabu tersebut.

“Setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti Narkotika jenis shabu sebanyak 6 paket bungkus plastik yang diperkirakan seberat dua Kilogram,” jelasnya

Barang haram tersebut rencananya akan dikirim ke Sumbawa untuk diedarkan ditengah-tengah Masyarakat.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan para Pelaku yakni 6 paket bungkus plastik bening diduga berisi narkoba jenis sabu/metamfetamin dengan berat bruto diperkirkan seberat 2 Kilogram, timbangan digital diduga untuk menimbang Narkoba, satu buah koper warna coklat, satu unit Handphone merek samsung warna putih, satu unit HP merek Vivo warna hitam, satu unit HP merk samsung warna hitam, satu unit HP merek Oppo A5S warna biru, satu unit HP nokia warna hijau dan satu unit Sepeda Motor Honda Scoopy warna Merah Hitam Nopol DK 6021 AB.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 114 (2) atau pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman, Pidana Mati, Pidana Penjara Seumur Hidup, Pidana Penjara minimal 6 Tahun atau maksimal 20 Tahun,” jelasnya.

“Atau Denda Minimal 1 Milyard dan maksimal 10 Milyard. Kasus ini masih dikembangkan untuk menangkap jaringan pelaku lainnya,” pungkasnya.

Sementara Kabid Brantas BNNP NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Denny Priadi menjelaskan, sabu tersebut dapat lolos dari pemeriksaan X-ray bandara karena pada X-ray hanya dapat mendeteksi barang organik dan non organik, sehingga jika narkoba disembunyikan dalam kantong yang tidak dicurigai, maka X-ray hanya dapat mendeteksi kantong tanpa mendeteksi isinya.

“Di bandara ada X-ray namun hanya mendeteksi barang organik dan non organik. Jadi tampilan X-ray hampir sama dengan barang yang dikemas, sama dengan makanan. Di bandara tidak ada alat khusus yang bisa mendeteksi narkoba,” ungkapnya

Post a Comment

0 Comments