Ticker

6/recent/ticker-posts

Dulu menentang kini menyesal, Ampure Desa Ketare siap ikut istighosah bela Pahlawan


Lombok Tengah krikkrik.net- Forum Asosiasi Pemuda Peduli Desa Ketare (Ampure), salah satu forum penentang nama bandara Internasional Zaenuddin Abdul Madjid Lombok (Bizam). Forum ini paling getol menyuarakan dan menolak perubahan nama bandara, namun kini forum bringas ini, menyadari kalau apan yang telah dilakukannya itu, telah salah.

Ketua Ampure Desa Ketare Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) Lalu Syamsuri Zulkipli, S.Kom mengatakan, keputusan menolak nama bandara Internasional lombok menjadi Bizam, itu merupakan langkah fatal dan salah yang ia lakukan. Untuk membayar kesalahan tersebut, pihaknya bersama anggota ampure, akan ikut bergabung turun aksi bersama pembela pahlawan nasional TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, yang informasinya, besok pagi, Kamis 21 November 2019 di kantor Bupati Loteng.

"Keputusan saya menolak nama bandara menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, itu perbuatan yang sangat saya sesali. Dan saya selaku ketua ampure akan ikut bergabung bersama pembela pahlawan besok pagi," katanya Rabu (20/11) kemarin.

Sebagai bentuk keseriusannya, pihaknya sudah membuatkan spanduk khusus yang akan di bawa saat aksi besok. Dimana dalam spanduk tersebut, memberikan dukungan atas nama pemuda Ketare mendukung penuh nama bandara yang diambil dari pahlawan Nasional.

"Besok saya akan bungkam, pernyataan kades saya sendiri (Kades Ketare Lalu Buntaran), kalau seluruh masyarakat lingkar Bandara menolak perubahan nama, bahwa itu tidak benar dan kami dari unsur pemuda lingkar bandara mendukung nama pahlawan di tempel di bandara," tegasnya.

Dikatakan, pihaknya tidak mengenal yang namanya Syaikh Zaenuddin, namun pihaknya berfikir, tidak mungkin pemerintah pusat mengeluarkan keputusan dan memberikan gelar pahlawan kepada beliau, jika beliau tidak dinilai memiliki jasa bagi NTB pada khususnya.

"Saya bukan orang bodoh, pastinya pemerintah sudah mengkaji dengan teliti, sehingga nama pahlawan bisa di sandang oleh sang Maulana," paparnya.

Sehingga pihaknya meyakini, kalau Maulana Syaikh, pastinya telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Lombok NTB pada  umumnya dan khususnya pribumi.

Selain itu lanjutnya, imbas dari perhatian pemerintah pusat tersebut, tentunya akan berdampak baik bagi masyarakat lingkar bandara.

Artinya, pihaknya yakin, persetujuan itu nantinya akan terus mengalir, dengan berbagai macam dukungan dari pemerintah pusat.

Paling tidak Sumber Daya Manusia (SDM), lingkar bandara yang belum mendapatkan perhatian dari pihak BIL, pemerintah pusat akan memberikan program baru, sehingga pada akhirnya nanti SDM lingkar Bandara lebih diperhatikan.

Diakuinya, selama ini penyerapan SDM lingkar bandara tidak sepenuhnya terakomodir dan selama ini, siapa yang memiliki uang lebih banyak, dialah yang diakomodir.

Hal ini telah membuat, masyarakat lingkar bandara banyak yang memilih merantau ke luar negeri karena susahnya mencari makan di daerah sendiri

"Dengan diubahnya nama bandara ini, saya berharap management di bandara juga berubah, sehingga SDM lingkar bandara terakomodir, dan prinsip siapa yang punya uang bisa terhapus," bebernya.

Ditambahkan, pihaknya selaku putra NTB, sangat bangga memiliki putra daerah dari NTB, yang diberikan gelar pahlawan.

Selanjutnya, terkait penolakan nama yang dilakukan Pemkab Loteng, pihaknya amat sayangkan kenapa sebodoh itu mengambil sikap.
Artinya, jika pemerintah daerah Loteng terus terusan melawan kebijakan pusat, pihaknya khawatirkan, nantinya akan berimbas pada sektor lain, sehingga itu akan berimbas kepada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat Loteng pada khususnya dan NTB pada umumnya.

"Sebagai kepala daerah yang baik, harus siap di perintah bukan malah menentang keputusan pemerintah atau atasan. Ingat, imbasnya bisa saja ke masyarakatnya sendiri," liriknya.

Ketua Ampure Desa Ketare ini menambahkan, jika pemkab Loteng masih saja ngotot tidak menerima nama bandara dengan nama pahlawan.

Pihaknya meminta untuk mengajukan nama lain, dengan catatan nama tersebut juga nama pahlawan. Sebagai mana sebagian besar bandara se Indonesia menggunakan nama bandara nama pahlawan.

"Mari, kita jangan tutup mata dan jangan mempertahankan ego sendiri, kami lingkar bandara menerima penolakan, dengan catatan. Pemerintah harus mengusulkan nama bandara dengan tokoh yang bergelar pahlawan," tutupnya

Post a Comment

0 Comments