Tatto, Hasrat usang menjadi PNS, Estetika atau diskriminasi,?

*Gambar ilustrasi*

Krikkrik.net-Lulus dari perguruan tinggi setahun yang lalu, Anto, 25 tahun, punya hasrat ketertarikan mendaftarkan diri jadi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di sebuah lembaga Pemerintahan. Lulus pada program studi pendidikan Matematika dengan predikat memuaskan tentu menjadi keyakinannya untuk bisa menjadi abdi negara yang kredibilitasnya bisa diandalkan. Hasratnyapun pada akhirnya tak bisa ia dapatakan. Kini Anto meniti karir sebagai seorang pekerja usaha serabutan. Namun, ada satu hal yang juga belum terjawab pada fikirannya.

“syarat pendaftaran insatnsi pemerintahan dan instansi lain membuatku harus tersingkir sebelum kualifikasi, aku mempunyai sejumlah tato dibadanku, namun pertanyaanku, apa hubungannya tato dan kemampuan, menurutku persyaratan itu sangat tidak Fer,” ujarnya.

Anto pernah bertanya kepada beberapa pemangku kebijakan di instansi yang sama, dijawab lah ternyata pemberlakuan aturan itu tidak lepas dari stigma kepribadian negatif yang kerap ditanam masyarakat kepada orang bertato. Padahal, menurut anto pribadi, tak ada hubungan tato dan aspek integritas dan kredibilitas, suatu hal yang paling dituntut dari seorang PNS. Menurut Anto ia percaya tato adalah ekspresi kesenian yang penuh nilai-nilai Estetika, bukanlah pantas untuk diberi stempel kepribadian buruk apalagi pembatasan Hak dan kebebasan seseorang.

“pandangan saya selaku warga negara, dari kalangan milenial, tato bukanlah menunjukkan seseorang berkepribadian yang tidak baik, maoral dan lainnya, tato itu pure (murni) sebagai nilai keindahan dan kesenian, lantas apa hubungannya kemampuan dengan tato, janganlah jadikan seni sebagai pembatasan Hak dan kebebasan kita sebagai warga negara” ujarnya

Kegelisahan dan rasa heran Anto juga dirasakan oleh Danu , 27 tahun, seorang Buruh industri kreatif lulusan perguruan tinggi ternama dengan predikat cumlaude.

“Kalau untuk aku yang juga bertato, suatu kesalahan besar dalam fikiran masyarakat yang beranggapan orang bertato adalah orang yang berkepribadian buruk" ungkap Dani.

"Kami bertato bukan untuk gaya-gayaan, tapi ini ekspresi diri, menurutku Stigma kepribadian buruk untuk orang bertato adalah Warisan Feodalis yang harus dimusnahkan" tutupnya

0 Response to "Tatto, Hasrat usang menjadi PNS, Estetika atau diskriminasi,?"

Post a Comment