Kasus Desa Sabe, Kerugian Negara ditaksir lebih dari Rp. 200 Juta


*Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Rafles P. Girsang, SIK*

Lombok Tengah (Krikkrik.net) - Mantan Kepala Desa (Kades) Sabe, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah , Provinsi Nusa Tenggara Barat  (Kab.Loteng, Prov. NTB), saat ini tengah dalam penyidikan Kepolisian Polres Loteng, terkait adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD).

Penyidikan terhadap Mantan Kades Sabe periode 2013 - 2018 atas nama Abdul Wahid tersebut, nantinya oleh aparat Kepolisian memperkirakan pada akhir tahun sudah ada tersangka. Dan aparat pun hingga saat ini telah memanggil sekitar sebanyak 30an orang saksi.

Terkait hal ini disampaikan langsung diruang kerjanya, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Rafles P. Girsang, SIK, Selasa pagi (22/10). Dimana hasil penyidikan sejauh ini telah ditemukan bukti permulaan yang cukup. "Dari hasil audit pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum lama ini, telah ditemukan kerugian negara berkisar sebesar Rp. 200 Jutaan," jelasnya.

Adapun ADD yang digunakan di Desa Sabe ketika itu sebagian besarnya meliputi pengerjaan fisik. Diantaranya, Kantor Desa, Rabat Jalan, Posyandu, dan pembangunan fisik lainnya.

Nantinya terhadap kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ADD dilakukan Mantan Kades Sabe yang pada ajang Pilkades Loteng beberapa waktu lalu kembali ikut Nyaleg ini, oleh pihak BPK akan kembali menggelar audit guna lebih mencukupi lagi kekurangan alat bukti. "Untuk lebih mencukupi alat bukti, audit akan kembali digelar BPK," terangnya.

Terakhir ditegaskan pihaknya, apabila nanti kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan, maka dipastikan 99 persen kasus akan gol untuk penetapan tersangka. Pelaku pun akan dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Tipikor dengan ancaman 12 tahun penjara.

0 Response to "Kasus Desa Sabe, Kerugian Negara ditaksir lebih dari Rp. 200 Juta"

Post a Comment